Selasa, 17 April 2018

Analisis SIG dan Model



Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan secara digital untuk menggambarkan dan menganalisa ciri-ciri geografi yang digambarkan pada permukaan bumi dan kejadian-kejadiannya ( atribut-atribut non spasial untuk dihubungkan dengan studi mengenai geografi)
Model Data Spasial di Dalam SIG
Secara umum persepsi manusia mengenai bentuk representasi entitas spasial adalah konsep raster dan vektor. Data spasial direpresentasikan di dalam basisdata sebagai raster atau vektor.

Data Spasial merupakan data yang menunjuk posisi geografi dimana setiap karakteristik memiliki satu lokasi yang harus ditentukan dengan cara yang unik. Untuk menentukan posisi secara absolut berdasar sistem koordinat. Untuk area kecil, sistem koordinat yang paling sederhana adalah grid segiempat teratur. Untuk area yang lebih besar, berdasarkan proyeksi kartografi yang umum digunakan.

MENGATUR DATA GEOGRAFIS



Pada kegiatan pembuatan peta tata ruang, integrasi berbagai data geologi (input) merupakan proses yang sangat membantu dalam rangka memprediksi daerah-daerah yang mempunyai potensi di dalam perencanaan kota (output). Mengingat data geologi mempunyai dimensi spasial, maka teknologi Sistem Informasi Geografis dapat diimplementasikan untuk mengevaluasi daerah-daerah yang mempunyai potensial dan dayaguna di dalam perencanaan tata ruang kota yang meliputi:
Data layers (shape file etc.)
Feature types: points, lines, polygons
Objects types: geometric or thematic

Pemeliharaan Data Spasial
Transformasi format

File data spasial harus diubah menjadi struktur data dan format file yang digunakan secara internal oleh paket perangkat lunak SIG

Transformasi geometrik

Lapisan data yang berbeda harus terdaftar ke sistem koordinat umum
Analisis Terpadu Data Spasial dan Atribut

Kekuatan GIS terletak pada kemampuannya untuk menganalisis data spasial dan atribut bersama-sama. Pengelolaan data spasial merupakan hal penting dalam pengolohan data dimana kemampuan ini dimiliki oleh Sistem Informasi Geografi dalam mengolah dan menganalisis data yang mengacu pada lokasi geografis menjadi informasi keruangan.
Analisis Terpadu Data Spasial dan Atribut
Kekuatan GIS terletak pada kemampuannya untuk menganalisis data spasial dan atribut bersama-sama. Pengelolaan data spasial merupakan hal penting dalam pengolohan data dimana kemampuan ini dimiliki oleh Sistem Informasi Geografi dalam mengolah dan menganalisis data yang mengacu pada lokasi geografis menjadi informasi keruangan.

1. Retrieval merupakan Pencarian selektif tanpa memodifikasi data asli (untuk output).


2. Klassifikasi data



Data spasial (data keruangan) adalah data dalam bentuk grafis yang menunjukkan ruang lokasi atau tempat-tempat di permukaan bumi. Data spasial dilambangkan dengan titik, garis, dan poligon. ontoh data spasial antara lain letak suatu wilayah, posisi sumber minyak bumi,dsb. Bentuk-bentuk data spasial : titik (dot), contoh: posisi terminal; garis (poly line), contoh: jaringan jalan raya; dan area (polygon), contoh: wilayah kecamatan. Contoh data atribut misalnya kepadatan penduduk, jenis tanah, dsb.
Data atribut adalah data yang memberi penjelasan atau deskripsi atas setiap objek di permukaan bumi. Data atribut berfungsi untuk menggambarkan gejala topografi karena memiliki aspek deskriptif dan kualitatif.

3. Pengukuran data dalam sig


Karakteristik utama Sistem Informasi Geografi adalah kemampuan menganalisis sistem seperti analisa statistik dan overlay yang disebut analisa spasial. Analisa dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi yang sering digunakan dengan istilah analisa spasial , tidak seperti sistem informasi yang lain yaitu dengan menambahkan dimensi ‘ruang (space)’ atau geografi. Kombinasi ini menggambarkan attribut-attribut pada bermacam fenomena seperti umur seseorang, tipe jalan, dan sebagainya, yang secara bersama dengan informasi seperti dimana seseorang tinggal atau lokasi suatu jalan. Pengukuran data  meliputi
Jarak antar titik
Jarak terdekat
Jarak fungsional
Panjang garis
Batas dan bidang poligon
Centroid suatu daerah
Luas profil
Volume
Bentuk
Jarak tersempit dan terluas melintasi poligon
Sinuositas suatu garis

Overlay Spasial
Salah satu cara dasar untuk membuat atau mengenali hubungan spasial melalui proses overlay spasial. Overlay Spasial dikerjakan dengan melakukan operasi join dan menampilkan secara bersama sekumpulan data yang dipakai secara bersama atau berada dibagian area yang sama. Hasil kombinasi merupakan sekumpulan data yang baru yang mengidentifikasikan hubungan spasial baru.
Konsep Overlay Peta
Alamat Overlay Peta merupakan hubungan interseksi dan saling melengkapi antara fitur-fitur spasial.
Overlay Peta mengkombinasikan data spasial dan data attribut dari dua theme masukan.
Tiga tipe fitur masukan, melalui overlay yang merupakan polygon yaitu :
1) Titik – dengan - poligon, menghasilkan keluaran dalam bentuk titik-titik
2) Garis – dengan - poligon, menghasilkan keluaran dalam bentuk garis
3) Poligon – dengan - poligon menghasilkan keluaran dalam bentuk polygon


Raster
- Setiap sel dieksekusi, dan hasil overlay adalah layer baru
Vektor
- Operasi dijalankan hanya untuk bidang minat
- Item atribut baru dibuat
- Lapisan baru dapat dibuat yang membawa atribut asli dan baru
- Operasi ini umumnya lebih kompleks daripada overlay raster

Selasa, 20 Maret 2018

Data Blade Spasial

Database Spasial: Yang dimaksud database spasial disini adalah database yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan data spasial. Database spasial yang dinilai paling handal dan banyak dipakai saat ini adalah PostgreSQL dengan tambahan modul postGIS, namun akhir-akhir ini pengembang mySQL sudah meluncurkan produk mereka yaitu mySQL spatial. PostGIS merupakan modul yang mendukung kompatibilitas postgreSQL untuk menyimpan tipe data spasial. PostGIS dikembangkan oleh Refractions Research Inc. PostGIS memberi dukungan terhadap semua fungsi danobjek yang telah ditetapkan pada konferensi Open Geospatial Consortium dalam sebuah traktat “spesifikasi fitur tertentu yang sederhana untuk SQL”. Penggunaan berbagai fungsi spasial dalam postgre, dimungkinkan dilakukan melalui library postgis yang telah ter-include di dalamnya, sehinggadapat dilakukan proses pengolahan data spasial yang lebih lanjut, dan dapat dilakukan query data sepenuhnya melalui SQL command line. Bahasa pemrograman data spasial seperti Oracle, DB2 Spatial, SQL Server, dan Tata Ruang berbeda dengan kemampuan yang dimiliki oleh postGIS. PostGIS memiliki tambahan kemampuan khusus yaitu sebagai mesin penghubung database, dalam hal ini PostgreSQL. Bahkan, PostGIS dapat dinamakan sebagai "PostgreSQL Spatial", karena memiliki fungsi yang sama seperti ekstensi database spasial. Fungsi - fungsi tersebut antara lain:
  1. PostGIS menambahkan jenis data “geometri” ke jenis data yang biasa (mis. "varchar", "char", "integer","tanggal", dll).
  2. PostGIS menambahkan fungsi baru yang berlangsung dalam jenis “geometri”, dan memberikan informasi ulang (misalnya ST_Distance (geometri, geometri), ST_Area (geometri), ST_Length (geometri), ST_Intersects (geometri, geometri), dll).
  3. PostGIS menambahkan suatu mekanisme untuk memungkinkan pengindeksian query spasial dengan batasan (dengan kalimat “bounding dalam kotak”) untuk mencatat kembali dengan cepat dari tabel datayang sangat besar.

Flattening the Earth (Mendatarkan Bumi)
      1. Bidang Geometri pada lat-long

  • Singularitas dan skala? distorsi pada dan ke arah kutub
  • Menyelimuti di sekitar bujur 180º
  • Perpotongan, tepi, lokasi garis buruk.

     2. Proyeksi lokal/Regional
  • Membatasi kesahihan jarak
  • Masalah2 pencocokan tepi peta
  • Skala tidak seragam
  • Pengindeksan: itu akan lebih buruk
  • Banyak “kotak pembatas" atau hilangnya seluruh selektivitas

Geodetic DataBlade/Extender

•      Koordinat Lintang-Bujur (‘geodetic’), ellipsoidal datum
•      Resolusi dan akurasi seragan diseluruh dunia (“world ke cm”)
•      Tepi peta dan skala tidak ada pengecualian (singularities)
•      Berdasarkan pada mesin geometri Hipparchus oleh Geodyssey Ltd.
•      Dimensi titik-apung dan waktu terintegrasi untuk pencarian indeks tunggal dan pengelolaan data spatio-temporal yang benar.
•      Pengindekan bertenaga penuh untuk kinerja tinggi:
•      Voronoi Tessellation – pembagian ruang adaptasi
•      R-tree – indeks multidimensi menyesuaian sendiri (diatas 5 dimensi)
•      Khusus untuk IBM

Senin, 12 Maret 2018

Datum Geodetik dan Sistem Koordinat

Datum Geodetik dan Sistem Koordinat
1. Datum Geodetik
·         Pengertian Datum Geodetik
Datum geodetik adalah parameter yang digunakan untuk mendefinisikan bentuk dan ukuran elipsoid referensi. Parameter-parameter ini selanjutnya digunakan untuk pendefinisian koordinat, serta kedudukan dan orientasinya dalam ruang di muka bumi. Setiap negara menggunakan suatu sistem Datum Geodetik yang masing-masing ditetapkan menjadi dasar acuan pemetaan nasionalnya.
·         Parameter Datum Geodetik
1).    Parameter utama, yaitu setengah sumbu panjang ellipsoid (a), setengah sumbu pendek (b), dan penggepengan ellipsoid (f).
2).    Parameter translasi, yaitu yang mendefinisikan koordinat titik pusat ellipsoid (Xo,Yo,Zo) terhadap titik pusat bumi.
3).    Parameter rotasi, yaitu (εx, εy, εz) yang mendefinisikan arah sumbu-sumbu (X,Y,Z) ellipsoid.
4).  Parameter lainnya, yaitu datum geodesi global memiliki besaran yang banyak hingga mencakup konstanta-konstanta yang merepresentasikan model gaya berat bumi dan aspek spasial lainnya.
·         Macam-macam Datum Geodetik
1).    Macam Geodetik berdasarkan Metodenya :
§  Datum horizontal adalah datum geodetik yang digunakan untuk pemetaan horizontal dimana untuk mendapatkan koordinat x dan y.
§  Datum vertikal adalah bidang referensi untuk titik ketinggian (elevasi). Datum vertikal digunakan untuk merepresentasikan informasi ketinggian atau kedalaman (koordinat z).
2).    Macam Geodetik berdasarkan Luas Areanya :
§  Datum lokal adalah datum geodesi yang paling sesuai dengan bentuk geoid pada daerah yang tidak terlalu luas. Contoh datum lokal di Indonesia antara lain : datum Genoek, datum Monconglowe, DI 74 (Datum Indonesia 1974), dan DGN 95 (Datum Geodetik Indonesia 1995).
§  Datum regional adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang bentuknya paling sesuai dengan bentuk permukaan geoid untuk area yang relatif lebih luas dari datum lokal. Datum regional biasanya digunakan bersama oleh negara yang berdekatan hingga negara yang terletak dalam satu benua. Contoh datum regional antara lain : datum indian dan datum NAD (North-American Datum) 1983 yang merupakan datum untuk negara-negara yang terletak di benua Amerika bagian utara, Eurepean Datum 1989 digunakan oleh negara negara yang terletak di benua eropa, dan Australian Geodetic Datum 1998 digunakan oleh negara negara yang terletak di benua australia.
§  Datum global adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang sesuai dengan bentuk geoid seluruh permukaaan bumi. Karena masalah penggunaan datum yang berbeda pada negara yang berdekatan maupun karena perkembangan teknologi penentuan posisi yang mengalami kemajuan pesat, maka penggunaan datum mengarah pada datum global. Datum datum global yang pertama adalah WGS 60, WGS66, WGS 72, awal tahun 1984 dimulai penggunaan datum WGS 84, dan ITRF.
·         Sejarah Pemetaan di Indonesia dalam Menggunakan Datum Geodetik
v  Sejak tahun 1870 (oleh Pemerintahan Kolonial Belanda tahun 1870) sampai dengan tahun 1974, Datum Geodetik yang digunakan adalah Ellipsoid Bessel 1851 (a = 6.377.563 m, f = 1/299,3) dengan sisitem koordinat relatif dan posisi Ellipsoid bermacam-macam. Untuk Jawa, Nusa Tenggara dan Sumatera dipakai titik di gunung Genuk di sekitar Semarang sebagai titik awal sistem. Yang dinamakan Datum Genuk. Di Kalimantan ada 2 datum, yaitu Datum Gunung Raya di Kalimantan Barat dan Datum Serindung di Kalimantan Timur ( keduanya terpisah ), untuk Sulawesi dipakai Datum Monconglowe di Sulawesi Selatan, selain tiu juga ada beberapa datum di Maluku dan datum di Papua.
v  Dalam program pemetaan Dasar Nasional yang dimulai pada masa Repelita I ( 1960-1974 ) yang bertepatan dengan dibentuknya Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) pada tahun 1969, dan dimulainya progam penyatuan sistem referensi. Tujuan utamnya untuk membangun sistem informasi geografis yang integratif di Indonesia. Pada masa ini teknologi pun telah berkembang dengan munculnya penentuan posisi dengan satelit, yang pada waktu itu dinamakan sistem Satelit Doppler dari US Navy Navigation Satelite system ( NNSS ) sistim triangulasi yang dignakan pada masa sebelumnya telah ditinggalkan. Dengan teknologi ini, seluruh datum Indonesia yang terpisah telah disatukan dalam satu sistem, walupun pada waktu itu kita masih mengadopsi sistem relatif terhadap satu titik di muka bumi yang dipakai sebagai acuan.Kemudian Bakosurtanal memutuskan untuk memilih satu titik triangulasi di Padang sebagai titik awal sistem dan dinamakan Datum Padang. Selanjutnya Datu Padang ini dinamakan dengan nama baku yang terkait dengan tahun penetapannya yaitu Datum Indonesia 1974 ( Indonesia Datum, 1974 atau ID-74 ). Dalam datum tunggal ini Indonesia mengganti Ellipsoid Bessel 1841 dengan ellipsoid yan diadopsi secara internasional pada waktu itu, yaitu GRS 1967 ( Geodetic Reference System 1967 ). Denga nilai a = 6.378.160 m dan f = 1/298.25.
v  Ketika setelah berkembangnya GPS ( Global Positionng System ). Pada masa ini penentuan posisi yang lebih akurat dicapai setiap saat dan tepat. Agar peta-peta Indonesia tetap bisa digunakan, maka perlu mengubah datum yang digunakan dari ID-74 ke datum yang sesuai denga sistem GPS. Datum baru ini dinamakan Datum Geodesi Nasional Indonesia 1995 ( DGNI 1995 ) dengan Ellipsoid acuan WGS 1984 ( a = 6.378.137 m dan kegepengan f = 1/295.34 ) yang juga digunakan secara internasional serta sistem koordinat geosentrik. Datum ini mengadopsi sistem datum geodetik absolut dengan mengatur pusat Ellipsoid Referensi berimpit dengan pusat massa bumi dan tidak digunakan lagi Datum Padang ( yang merupakan datum relatif ) seperti pada masa sebelumnya.
2.      Sistem Koordinat
·         Pengertian Sistem Koordinat
Sistem koordinat merupakan suatu metode/cara yang digunakan untuk menentukan letak titik dalam suatu grafik.
·         Macam Sistem Koordinat
v  Koordinat Kartesius
-) Sistem koordinat kartesius digunakan untuk menentukan titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang disebut koordinat x dan koordinat y dari titik tersebut.
-) Untuk mendeskripsikan suatu titik tertentu dalam sistem koordinat dua dimensi nilai x ditulis absis, lalu diikuti nilai y yang disebut ordinat. Dengan demikian, format yang dipakai selalu (x,y) dan urutannya tidak dibalik-balik.
v  Koordinat Polar
Dalam koordinat polar, koordinat suatu titik didefinisikan fungsi dari arah dan jarak dari titik ikatnya. Selanjutnya dapat dijelaskan pada gambar berikut ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipNPJ-QQtndO_BXdidopzW6ESCLX-FDo08Yqxm1rK0xFP602FORsnoNUtSfRozZrzyI9wdYGJ1kmwvT0UcTDnkJWJDmOevTdpmeUWfq2A7AVPg79JHhyphenhyphenSbaAqZObGKvJbppK7CjX2UlvY/s320/6.JPG
v  Koordinat Kartesian
Sistem Koordinat Kartesian 3 Dimensi, pada prinsipnya sama dengan sistem koordinat kartesian 2 Dimensi, hanya menambahkan satu sumbu lagi yaitu sumbu Z, yang ketiganya saling tegak lurus, seperti yang terlihat pada gambar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpVa4ZwuIZFHfn1vYecPJSwf1AobNrDDijFxUbjehiR8DNBAKJfu51ppCCNm_uTMa4ou_c2gVmYlNu2nAvDDKYLCx3SHxS-nyI8i9dvRyVk2wfME0aILFnDtC9WoE-UmqdMf2nmfU8LLs/s320/9.JPG
v  Koordinat Bola
Posisi suatu titik dalam ruang, selain didefinisikan dengan sistem kartesian 3 Dimensi, dapat juga didefinisikan dalam sistem koordinat bola (pronsip dasarnya sama dengan koordinat polar, yaitu sudut dan jarak).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwdfqHUhyM69sBb6948AwiKHFSjNB1ERPkuGUyo5VEedP2NrCDOoYzAHTaJp9k71ydx0P_9Scxww35KJVOx8MpkcUt36ES_CiqmG5Ah179LuNfeJlvYBvBaanZkQdcZOaPbkAKS_nL27g/s320/10.JPG
v  Koordinat Ellipsoida
Untuk pendefinisian bentuk bumi sangatlah susah. Bentuk bumi dikenal sebagai geoid. Geoid didekati oleh permukaan muka laut rata-rata. Untuk mempermudah hitungan bentuk bumi, digunakan suatu model matematik yang disebut ellipsoida yaitu ellips yang putar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqJhLh0inD632Jw2YknpzmhRdIJYLIDK-Ja8x_EzhkW15Mw3Y8E5gvBMSmdYGb11xhNcrkFWK8AtQruzY9myEO9KeCaEto4S8rmLOCUCuT8h0AJ32XzRdC7upoU7tgZU_2SVP92W4MYKg/s320/12.JPG
dengan :
a = sumbu semi-mayor (setengah sumbu panjang)
b = sumbu semi-minor ( setengah sumbu pendek)
f = flattening (penggepengan)
e = eksentrisitas

Kamis, 01 Maret 2018

Konsep Desain Software Database

Analisis dan Desain Model
- Analisis kebutuhan dilakukan dengan menggunakan beberapa alat (tools)

  • DFD (Data Flow Diagram), Gambaran bagaimana data berubah sejalan dengan alirannya dalam sistem dan menggambarkan fungsi-fungsi yang mengubah data
  • ERD (Entity Relationship Diagram), Menggambarkan relasi antara objek data.
  • STD (State Transition Diagram). Menggambarkan bagaimana kerja sistem melalui kondisi (state) dan kejadian yang menyebabkan kondisi berubah, serta aksi yang dilakukan karena kejadian tertentu. 
- Berikut merupakan contoh gambar dari tampilan tools-tools yang digunakan :
Gambar 1.1 Data Flow Diagram
Gambar 1.2 Entity Relationship Diagram
Gambar 1.3 Street Transition Diagram
- Hasil yang diperoleh dari analisis kebutuhan
  • Model analisis yang kemudian menjadi bekal untuk melakukan desain
  • Setiap bagian dari analisis model menjadi bekal pada proses desain pada piramida model desain. 
Model Desain
Data Design
  • Mengubah informasi menjadi struktur data untuk mengimplementasikan software.
  • Data design dibuat berdasarkan data dictionary dan ERD.
- Architectural Design
  • Mendefinisikan relasi antara elemen-elemen struktural utama, pola desain yang digunakan untuk mencapai kebutuhan yang ditentukan untuk sistem dan batasan-batasan yang mempengaruhi bagaimana desain arsitektural ini diterapkan.
  • Desain ini berdasarkan spesifikasi sistem, model analisis (bagian DFD) dan interaksi antara subsistem.
- Interface Design
  • Menjelaskan bagaimana software berkomunikasi dalam dirinya, dengan sistem yang bertukar informasi dengannya, dan dengan manusia yang menggunakannya. 
- Component-level design menghasilkan deskripsi prosedur software

DBMS (Database Management System)
DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database yang mempunyai fasilitas membuat, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data.
Contoh perangkat lunak DBMS : Microsoft Access, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Oracle, Informix, Sybase, DB2, Interbase, dll.

Bahasa Basis Data
Bahasa basis data terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
  • Data Definition Language (DDL)
Digunakan untuk membuat tabel baru, indeks, mengubah tabel, dan menentukan struktur tabel, contoh : create table, update, dll
Hasil dari kompilasi perintah DDL berupa kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus: Kamus Data (Data Dictionary).
Data Dictionary: merupakan metadata (super data), yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya. Data dictionary ini akan selalu diakses dalam suatu operasi database sebelum suatu file data yang sesungguhnya diakses.
  • Data Manipulation Language (DML)
Digunakan dalam memanipulasi dan pengambilan data pada database.
Manipulasi data, dapat mencakup: pemanggilan data yang tersimpan dalam database (query), penyisipan/penambahan data baru ke database, penghapusan data dari database, dan pengubahan data pada database.

DML ada dua macam yang memiliki fungsi berbeda, dua macam DML itu adalah sebagai berikut :
1. Prosedural
Menghendaki user untuk menspesifikasikan data apa yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkan data itu.
Contoh: bahasa C/C++, PL/SQL, dsb.
2. Nonprosedural
Menghendaki user untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan, tanpa harus menspesifikasikan bagaimana cara mendapatkan data tersebut.
Contoh: SQL

Komponen DBMS
  • Querry Processor berfungsi untuk mengubah bentuk query ke dalam instruksi tingkat rendah ke database manager.
  • Database Manager berguna untuk menerima query dan menguji skema eksternal dan konseptual untuk menentukan apakah record-record dibutuhkan untuk memenuhi permintaan.
  • File Manager berfungsi untuk manipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan pada disk.
  • DML Preprocessor berfungsi untuk mengubah perintah DML embedded ke dalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi yang memanggil dalam host language.
  • DDL Compiler berfungsi untuk mengubah perintah DDL menjadi kumpulan tabel yang berisi metadata.
  • Dictionary Manager berfungsi untuk mengatur akses dan memelihara data dictionary.

Selasa, 27 Februari 2018

Sistem Manajemen Basis Data

Pengertian Basis Data 
  • Basis data bisa dikatakan sebagai tulang punggung dari eksistensi suatu organisasi, karena pada basis datalah tersimpan seluruh catatan-catatan penting perusahaan mulai dari pegawai sampai dengan transaksi-transaksi yang dilakukan.
  • Basis data yang dibangun harus bisa digunakan berpuluh-puluh tahun tanpa masalah dan mampu menampung data sebanyak-banyaknya.


Pengertian Pengelola Basis Data 
  • Individu yang bertanggung jawab untuk mendesain, mengimplementasikan dan memperbaiki basis data suatu organisasi.
  • Tugas seorang pengelola basis data meliputi membangun dan mendesain strategi penggunaan basis data, memonitor dan menjamin performa dan kapasitas basis data dan membuat perencanaan untuk pengembangan di kemudian hari.
Rincian Tugas Pengelola Basis Data
  • Menjalankan administrasi harian (mengawasi performa sistem, menjamin suksesnya backup serta membangun dan implementasi rencana disaster recovery)
  • Mengatur data untuk memberikan pengguna kemampuan mengakses, merelasikan dan melaporkan informasi bagaimanapun bentuknya.
  • Membuat aturan standar untuk mengatur penggunaan dan pengambilan data oleh perangkat lunak antarmuka serta melindungi data-data penting / rahasia.
  • Memodifikasi basis data yang ada atau memberitahu programmer dan analis tentang perubahan yang diperlukan.
  • Menguji program atau basis data, memperbaiki kesalahan dan membuat modifikasi yang diperlukan.
  • Melatih pengguna dan melayani konsultasi tentang basis data yang dikelolanya.
Tahapan Manajemen Basis Data
  • Menentukan apa yang akan dibuat
Penentuan tema merupakan titik awal dalam pengambilan langkah-langkah selanjutnya.
Tanpa menentukan tema, maka basis data yang akan dibuat menjadi tidak fokus dan bahkan menjadi tidak akan selesai pada waktunya.

  • Pengumpulan data
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan melihat kondisi wilayah yang akan digunakan untuk membuat basis data. Tidak hanya dari kondisi wilayah, pengumpulan data juga dapat diperoleh dari proses wawancara dengan penduduk sekitar (yang berpengaruh pada basis data yang akan dibuat). Selain itu, pengumpulan data juga dapat dilakukan dengan melihat dan menganalisis report-report yang pernah dibuat.
  • Metode pengumpulan data
Dalam mengambil ada hal yang harus diperhatikan yaitu jenis data yang akan diambil. Ada dua jenis data yang diambil dalam proses pengumpulan data, dua jenis data itu adalah data primer dan data sekunder. Untuk data primer, metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi, dan pengambilan sampel. metode pengumpulan data primer berbeda dengan metode pengumpulan data sekunder yang cukup dilakukan dengan studi literatur.
  • Mempersiapkan perangkat pendukung yang sesuai

Untuk menjadikan konsep menjadi suatu hasil karya yang bermanfaat tinggi, maka penggunaan perangkat pendukung yang sesuai sangatlah penting. Di internet sudah banyak tools-tools yang dapat membantu dalam pengembangan suatu perangkat lunak mulai proses  analisa sampai dengan pengujian. Beberapa contoh tools-tools itu adalah Mysql (Mysql Administrator), Ms. SQL Server (Enterprise Manager), dan Oracle (SQLPlus / iSQLPlus) 
  • Pembagian dan penjadwalan project

Setelah perangkat pendukung tersedia lengkap, maka dalam suatu tim system developer harus terjadi pembagian  tugas oleh setiap anggota tim.
Contoh untuk tim 5 orang : 
-Pencari, penganalisa data dan perancang (2)
-Database Administrator / database programmer (1)
-Interface builder / interface programmer (1)
-Tester (1)

Pembagian tugas tersebut akan menjadi efektif dan efisien jika dilakukan dengan teratur dan sistematis, maka dari itu perlu adanya penjadwalan project-project yang harus dilakukan. Dalam membuat jadwal project-project harap sesuaikan dengan basis data yang akan dibuat, tujuan pembuatan basis data, dan kondisi dari tim yang telah terbentuk.

Pengertian Remote Sensing

Pengertian Remote Sensing
Remote sensing, adalah ilmu, teknologi dan seni dalam memperoleh informasi mengenai objek atau fenomena di (dekat) permukaan bumi “tanpa kontak langsung” dengan objek atau fenomena yang dikaji, melainkan melalui media perekam objek atau fenomena yang memanfaatkan energi yang berasal dari gelombang elektromagnetik dan mewujudkan hasil perekaman tersebut dalam bentuk citra.

Arti "Tanpa Kontak Langsung"

  • Secara sempit artinya tidak ada kontak antara objek dengan analis, misalnya ketika data citra satelit diproses dan ditransformasi menjadi peta distribusi temperatur permukaan pada saat perekaman.
  • Secara luas artinya kontak dimungkinkan dalam bentuk aktivitas “ground truth”, yaitu pengumpulan sampel lapangan untuk dijadikan dasar pemodelan melalui interpolasi dan ekstrapolasi pada wilayah yang jauh lebih luas dan pada kerincian yang lebih tinggi.
Pengertian Remote Sensing Menurut Para Ahli
  • Curran, 1985 

Remote sensing, yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna
  • Lillesand dan Kiefer, 1998 

Remote sensing adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji
  • Everett Dan Simonett (1976) 
Remote sensing merupakan suatu ilmu, karena terdapat suatu sistimatika tertentu untuk dapat menganalisis informasi dari permukaan bumi, ilmu ini harus dikoordinasi dengan beberapa pakar ilmu lain seperti ilmu geologi, tanah, perkotaan dan lain sebagainya.
  • Colwell, 1984 

Remote sensing , yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas jauh dari objek yang diindera . Foto udara, citra satelit, dan citra radar adalah beberapa bentuk penginderaan jauh.
  • Campbell, 1987 

Remote sensing, yaitu ilmu untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh . Hal ini biasanya berhubungan dengan pengukuran pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu objek.
Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu, Ilmu teknologi dan seni dalam memperoleh informasi mengenai objek atau fenomena di (dekat) permukaan bumi melalui media perekam objek atau fenomena yang memanfaatkan energi yang berasal dari gelombang elektromagnetik dan mewujudkan hasil perekaman tersebut dalam bentuk citra.




Pengertian dan Sejarah Sistem Informasi Geografi

Pengertian SIG menurut para ahli
  • Aronaff, 1989.

SIG : sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer dengan cara  memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian (deskripsi).
  • Barrough, 1986.
SIG : alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.

  • Marble et al, 1983.
SIG : sistem penanganan data keruangan.

  • Berry, 1988.
SIG : sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
  • Calkin dan Tomlison, 1984.
SIG : sistem komputerisasi data yang penting.

  • Linden, 1987.
SIG : sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.

  • Petrus Paryono.
SIG : sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi dan menganalisis informasi geografi.


Dari pengertian-pengertian yang dijelaskan oleh para ahli maka dapat diperoleh suatu titik pertemuan untuk menjelaskan SIG. Titik pertemuan itu berupa suatu kesimpulan hasil dari pemahaman berbagai teori tentang SIG. Kesimpulan itu adalah "SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer".

Sejarah SIG
Sistem SIG ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1972 dengan nama Data Banks for Development. munculnya istilah Sistem Informasi Geografis seperti sekarang ini setelah dicetuskan oleh General Assembly dan International Geographycal Union di Ottawa Kanada pada tahun 1967.Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS-SIG Kanada). CGIS digunakan untuk menyimpan, menganalisa dan mengolah data yang dikumpulkan untuk inventarisasi Tanah Kanada (CLI-Canadian Land Inventory) yang merupakan sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakan berbagai
informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000.

Sejak saat itu Sistem Informasi Geografis berkembang di beberapa benua terutama Benua Amerika, Benua Eropa, Benua Australia, dan Benua Asia. Seperti di Negaranegara yang lain, di Indonesia pengembangan SIG dimulai di lingkungan pemerintahan dan militer. Perkembangan SIG menjadi pesat semenjak di ditunjang oleh sumberdaya yang bergerak di lingkungan akademis (kampus).

Dalam sejarahnya penggunaan SIG modern (berbasis computer, digital) dimulai sejak tahun 1960-an. Pada saat itu untuk menjalankan perangkat SIG diperlukan computer mainframe khusus dan mahal. Dengan perkembangan computer PC, kecanggihan CPU, dan semakin murahnya memori, sekarang SIG tersedia bagi siapapun dengan harga murah.